RSS

Design SIP

02 Nov

Sistem pakar untuk mendiagnosa penderita Anorexia nervosa

Hello Word, hmmm ada yang tau gak Anorexia itu apa? Yah mungkin setiap perempuan menginginkan tubuh yang ideal, tidak semua tapi sebagian besar perempuan pasti ingin terlihat cantik, langsing, dan perfect lah pokoknya. Nah, anorexia ini berhubungan dengan tubuh yang ideal atau langsing. Tapiii, ini gak disaranin yah buat kalian para cewe yang mau jadi langsing. Untuk lengkapnya saya akan coba menjelaskannya mudah-mudahan dapat bermanfaat yah bagi kalian terutama para cewe nih.

            Ada beberapa gangguan klinis, salah satunya adalah gangguan makan. Ada beberapa gangguan makan diantaranya adalah pertama, anorexia nervosa. Kedua,  bulimia nervosa, dan terakhir adalah gangguan makan berlebihan. Tapi disini saya memilih untuk membahas anorexia. Tetapi hanya ada dua gangguan makan yang utama yaitu anorexia dan bulimia nervosa. Kedua gangguan ini mempunyai beberapa ciri yang sama, ciri yang paling penting adalah ketakutan yang  sangat mendalam akan mengalami kegemukan.

            Sebelum membahas lebih jauh tentang anorexia, ada baiknya dulu kita memahami apa itu sistem pakar, sehingga nantinya bisa membantu untuk mendiagnosa gangguan makan anorexia ini.

A. Sistem pakar

     1. Definisi Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. (1)

Sistem pakar adalah program Artificial Intelligence/kecerdasan buatan yang menggabungkan pangkalan pengetahuan (base) dengan sistem inferensi atau usaha untuk menirukan seorang pakar. (2)

Expert system adalah suatu metode kecerdasan berguna untuk meniru cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ada. (3) Menrut Kusrini (2006) pada dasarnya sistem pakar dierapkan untuk mendukukng aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan masalah yang dimaksud seperti pembuatan keputusan (decision making), pemanduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forescatting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosa (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasihat (advising) dan pelatihan (tutoring). (4)

     2. Ciri Dan Karakteristik Sistem Pakar

Ada berbagai ciri dan karakteristik dalam Sistem pakar dengan system yang lain salah satu pedoman utama dalam pengembangan sistem pakar.Ciri-ciri sistem pakar diantaranya adalah (Kusrini,2006) :

1. Terbatas pada bidang yang spesifik.

2. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak legkap atau tidak pasti.

3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang

dapat dipahami.

4. Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu.

5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap.

6. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran.

7. Output tergantung dari dialog dengan user.

8. Knowledge base dan inference terpisah.

B. Anorexia nervosa

    1. Definisi Anorexia Nervosa

Gangguan makan yang umumnya ditemui pada remaja putri adalah anoreksia atau istilah kerennya dikenal dengan anorexia nervosa. Anoreksia adalah aktivitas untuk menguruskan badan dengan melakukan pembatasan makan secara sengaja dan melalui kontrol yang ketat. Penderita anoreksia sadar bahwa mereka merasa lapar namun takut untuk memenuhi kebutuhan makan mereka karena bisa berakibat naiknya berat badan. Persepsi mereka terhadap rasa kenyang terganggu sehingga pada saat mereka mengkonsumsi sejumlah makanan dalam porsi kecil sekalipun, mereka akan segera merasa ‘penuh’ atau bahkan mual. Mereka terus menerus melakukan diet mati-matian untuk mencapai tubuh yang kurus. Pada akhirnya kondisi ini bisa menimbulkan efek yang berbahaya yaitu kematian si penderita. Bayangkan saja, kalau mereka terus menerus menahan diri untuk tidak makan, darimana mereka memperoleh energi untuk hidup. (6)

Anorexia, a = tanpa dan Orexis = lapar. Jadi berarti tidak merasa lapar, menolak untuk makan atau melakukan puasa yang sifatnya terpaksa sehingga mengakibatkan sakit fisik, ini kadang-kadang dilakukan oelh gadis-gadis yang berusia belasan tahun karena dirinya merasa terlalu gemuk. (7)

Secara harfiah, anorexia berarti kehilangan selera makan. Tapi tidak semuanya seperti itu, perasaan takut gemuk membaut mereka menahan nafsu makan secara tidak wajar, sehingga akhirnya kehilangan selera makan sama sekali, berbeda dengan penderita bulimia, penderita anorexia nervosa makan dalam jumlah sangat sedikit dan berolahraga berlebihan untuk menjaga berat badan. (8)

Anorexia nervosa adalah gangguan makan disebabkan mereka yang terobsesi terhadap berat badan dan makanan yang mereka makan. Mereka dengan anorexia nervosa mencoba untuk mempertahankan berat badan jauh di bawah normal. Untuk mencegah berat badan meningkat atau melanjutkan menurunkan berat badan, mereka dengan anorexia nervosa melaparkan diri sendiri atau berolahraga secara berlebihan. (9)

Anorexia pada umumnya terjadi pada pertengahan masa remaja, sepuluh kali lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding pada laki-lai dan kormobid dengan gangguan lainnya, terutama depresi. Penyakit ini sama sekali tidak menguntungkan tetapi malah mengancam jiwa penderitanya. Anorexia nervosa dapat mengancam jiwa seseorang, kondisi ini khususnya banyak terjadi pada perempuan muda yang berada dalam tekanan besar untuk menjaga berat badan mereka tetap rendah. Simtom-simtom anorexia nervosa mencakup penolakan untuk mempertahankan berat badan normal, ketakutan yang sangat mendalam akan menjadi gemuk, distors pandangan terhadap bentuk tubuh dan para perempuan, amenorea.  Meskipun kurus, perempuan yang menderita anorexia nervosa merasa bahwa beberapa bagian tubuh mereka terlalu gemuk dan menghabiskan banyak waktu dengan mengamai secara kritis tubuh mereka dengan bercermin. (10)

Sebagai contoh kasus penderita anorexia nervosa adalah Jane yang berumur 15 tahun, secara bertahap mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsinya dalam program dietnya sehingga pada akhirnya ia hanya memakan saus apel dan eggnog. Jane menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengamati tubuhnya sendiri, mengukur pinggangnya dengan jari-jarinya untuk melihat apakah ia sudah menjadi lebih kurus. Ia membayangkan menjadi model yang cantik dan mengenakan baju renang rancangan desainer terkenal. Bahkan, ketika ia mencapai berat badan 85 pon. Jane masih merasa gemuk, ia terus menurunkan berat badan dan terus menguruskan badannya sampai Jane masuk rumah sakit dan dirawat karena mengalami anorexia nervosa. Gangguan makan karena adanya keinginan yang keras untuk mendapatkan tubuh yang kurus dengan cara melaparkan diri. Pada akhirnya, anorexia nervosa dapat menyebabkan kematian, seperti halnya yang dialami penyanyi terkenal Karen Carpenter. (11)

2. Subtipe gangguan makan (12)

a.Restricting Type

Selama 3 bulan terakhir, individu tidak terlibat dalam episode berulang dari makan yang banyak atau membersihkan perilaku (yaitu, self-induced muntah atau penyalahgunaan obat pencahar, diuretik, atau enema).

b. Binge-Eating/Purging Type

Binge-Eating/Purging Type: selama 3 bulan terakhir, individu telah terlibat dalam episode berulang dari makan yang banyak atau membersihkan perilaku (yaitu, self-induced muntah atau penyalahgunaan obat pencahar, diuretik, atau enema).

3. Gejala fisik (13)

a. Tekanan darah sering turun

b. Denyut jantung melambat

c. Ginjal dan sistem pencernaan bermasalah

d. Massa tulang berkurang

e. Kulit mengering

f. Kuku jari menjadi mudah patah

g. Kadar hormon berubah

h. Mengalami anemia ringan

i. Kerontokan rambut

j. Lanugo yaitu bulu-bulu lembut dan halus di tubuh penderita

4. Gejala Emosi dan kebiasan anorexia (14)

a. Menolak untuk makan

b. Menyangkal rasa lapar

c. Berolahraga secara berlebihan

d. Suasana hati yang datar, atau lemah emosi

e. Menarik diri dari lingkungan sosial

f. Mudah marah

g. Berkurangnya ketertarikan terhadap aktifitas seksual

h. Depresi

i. Kemungkinan penggunaan produk herbal atau obat diet

5. Prognosis

Sekitar 70 % pasien anorexia bisa semubuh. Meskipun demikian, penyembuhan dapat berllangsung selama 6 sampai 7 tahun, dan kekambuhan umum terjadi sebelum tercapainya pola makan yang stabil dan dipertahankannya berat badan. Sangat sulit mengubah pandangan para pasien atau penderita yang menyimpang tentang diri mereka, terutama dalam budaya yang mmenghargai tubuh kurus. (15)

6. Penanganan Psikologis Anorexia Nervosa (16)

        a. Terapi perilaku operant-conditioning

Terapi ini memiliki dua tujuan :

1) Tujuan jangka pendeknya adalah membantu pasien menambah berat badan untuk mencegah komplikasi medis  dan kemungkinan kematian.

2) Tujuan jangka panjangnya adalah membantu dalam penanganan mempertahankan pertambahan berat badan, tetapi tujuan ini belum dapat tercapai secara reliabel melalui berbagai intervensi medis, perilaku, dan psikodinamika tradisional.

b) Terapi Keluarga

Terapi keluarga merupakan bentuk utama dalam penanganan anorexia, berakar pada berbagai teori yang menyatakan bahwa interaksi antar anggota keluarga pasien. Perlu diingat bahwa sebagian besar pasien adalah perempuan muda yang tinggal bersama keluarga atau jika tidak tinggal bersama keluarga masih terikat dengan keluarga asli mereka yang berperan dalam gangguan tersebut.

Menurut Minuchin keluarga dari anak-anak yang menderita gangguan makan menunjukkan beberapa karakteristik berikut :

1) Keterikatan

 Keluarga memiliki bentuk ekstrem keterlibatan yang berlebihan dan keintiman di mana orang tua berbicara mewakili anak-anaknya karena mereka yakin bahwa mereka mengetahui dengan pasti apa yang dirasakan anak-anak mereka.

2) Terlalu Protektif

Anggota keluarga memiliki tingkat kepedulian ekstrem terhadap kesejahteraan satu sama lain.

3) Rigiditas

Keluarga memilki kecenderungan untuk menceoba mempertahankan status dan menghindari untuk menghadapi secara efektif setiap peristiwa yang menghendaki perubahan.

4) Kurangnya penyelesaian konflik

 Keluarga menghindari konflik atau berbeda dalam situasi konflik yang kronis.

c) Terapi Kognitif Behavioral (CBT)

Treatmen diarahkan pada pengurangan dengan dengan dietary restraint menuju pada pola makan yang kebih normal, pengembangan kognitif dan keterampilan untuk coping terhadap situasi – situasi yang beresiko tinggi mencetuskan binge eating dan purging dan memodifikasi pikiran yang disfungsional dan perasaan – perasaan personal yang berkaitan dengan berat dan bentuk tubuh.

C. Sistem Pakar untuk mendiagnosa anorexia nervosa

Sistem pakar untuk mendiagnosa penderita anorexia nervosa ini dapat membantu penderita atau masyarakat yang mengalami anorexia nervosa. Mereka bisa melakukan konsultasi dari rumah masing-masing tanpa harus datang atau berkonsultasi langsung dengan psikolog sehingga bisa menekan pengeluaran dan tidak merasa malu dengan masyarakat sekitar. Pengguna hanya tinggal memasukkan atau menginputkan gejala-gejala yang di alami atau dengan memilih item-item yang sudah tersedia maka komputer akan memproses data dan memunculkan solusi yang sesuai bagi penderita. Sistem yang dibuat bukan berarti menggantikan peran psikolog tetapi hanya sebagai bahan pengetahuan masyarakat terhadap permasalahan yang berhubungan dengan anorexia nervosa.

Anorexia nervosa merupakan penyakit yang mengancam jiwa, angka kematian sepuluh kali lebih besar pada para penderita anorexsia nervosa dibanding pada populasi umum dan dua kali lebih besar dibandingkan para penderita gangguan psikologis lainnya. Oleh sebab itu penderita anorexsia nervosa sangat membutuhkan pengobatan baik medis maupun psikis yang menyeluruh, yaitu jika perlu perawatan di rumah sakit, terapi individual dan yang terpenting adalah keluarga.

Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama yaitu (17):

  1. Antarmuka pengguna : perangkat lunak yang menyediakan media komunikasi antara engguna dengan sistem.
  2. Basis data     : berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, merumuskan, dan menyelesaikan masalah.
  3. Fasilitas akuisisi: perangkat lunak yang menyediakan fasilitas dialog antara pakar dan sistem
  4. Mekanisme inferensi : perangkat lunak yang melakukan penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau hasil akhir.

Dibawah ini akan di tampilkan Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Makan

Struktur Navigasi Website

Struktur Navigasi Website

Tampilan Home

Tampilan Untuk Log In Member Baru

Pencarian Jenis Gangguan yang dialami

Pencarian Jenis Gangguan yang dialami

Gejala-gejala yang dialami pasien/client

Gejala-gejala yang dialami pasien/client

Jenis terapi yang akan di pilih client

Jenis terapi yang akan di pilih client

Tampilan Admin

Tampilan Admin

Keterangan Gambar.

1. Tampilan Home

      Pada tampilan Home ada beberapa pilihan yaitu Home, Consultation, Admin, Info

2. Tampilan Log In

     Jika anda belum menjadi member, anda harus mendaftar dulu. Dengan memilih Consultation, lalu akan ada dua pilihan. Log In untuk yang sudah menjadi member dan Register untuk yang belum menjadi member. Setelah mendaftar anda akan melihat tampilan di Cocsultation dan ada beberapa pilihan. Diantaranya adalah Glosarry dan Tips.

3. Pencarian Jenis Gangguan yang dialami

    Pada gambar ke-3 terdapat Glosarry, glosarry ini berfungsi untuk mengetahui ganguan apa yang sedang dialami klien.

4. Gejala-gejala yang dialami

      Setelah mengetahui jenis gangguan maka selanjutnya anada klik gejala-gejalanya. Jika sudah memilih gejala-gejala yang anda rasakan secara langsung akan keluar jenis gangguan yang anda alami, sebagai contohnya adalah Anorexia Nervosa.

5. Jenis Tearpi

     Setelah mengetahui jenis gangguan yang anda alami pasti tentunya anda ingin mencari solusi penyembuhan, yaitu terapi. Terapi untuk gangguan makan Anorexia Nervosa ada tiga, Pertama : Operant Conditioning Theraphy, kedua Family Theraphy, dan ketiga Cognitive Behavior Therapy.

Setelah selesai anda bisa memilih untuk keluar (Log Out)

6. Tampilan Admin

     Tampialn Admin ini berfungsi untuk memperbaharui (menambah) , mengubah, atau menghapus jenis gangguan.

Referensi :

Anggota IKAPI. (2006). Kesehatan mental 2. Yogyakarta : Penerbit Kasinius) (7)

Davison, G.C., Neale, J.M., & Kring, A.M. (2010). Psikologi abnormal. (Alih bahasa : Fajar, N). Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. (10)(13)(15)(16)

Dhany, S. (2009). Perancangan sistem pakar untuk diagnosa penyakit anak. Skripsi (tidak diterbitkan). Medan : Universitas Sumatera Utara. (3)

Evianti, A. (___). Aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosis gangguan pencernaan pada orang dewasa. Jurnal teknologia vol 5. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. (2)

Kusrini. (2006). Sistem pakar : Teori dan aplikasi . Yogyakarta : Andi Offset. (4)(5)(17)

Lempao, C.T. (2011). Sistem pakar untuk mendiagnosa kecenderungan perilaku abnormal. Yogyakarta : AMIKOM (1)

Santrock, J.W. (2003). Perkembangan remaja. Alih bahasa : Shinto, B.A., Saragih, S. Jakarta : Erlangga. (11)

Supatmiati, A. (2005). The world of me. Jakarta : Gema Insani Press. (8)

Tambunan, R. (2002). Anoorexia nervosa. Jakarta. http://www.e-psikologi.com/epsi/search.asp (6)

http://health.kompas.com/direktori/yourbody/125/Anorexia (9)(14)

http://www.dsm5.org/ProposedRevision/Pages/proposedrevision.aspx?rid=24# (12)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: