RSS

Artificial Intelligence

27 Oct
Mutia Farida (15509805)
4PA01
 
Definisi Artificial Intelligence (AI)
Selama sekitar lima belas tahun belakangan ini, telah ada minat yang besar terhadap penggunaan komputer untuk artificial intelligence. Artificial Intelligence disingkat AI dalah aktivitas penyertaan mesin seperti komputrt yang mmpunyai kemampuan untuk menampilkan tingkah laku yang dianggap intelligen jika dibandingkan dengan manusia. AI memberikan aplikasi komputer yang paling canggih yang bisa digunakan untuk menduplikasi beberapa jenis penalaran manusia. Dari segala perhatian yang ditujukan kepadanya, AI dianggap sebagai konsep yang baru, tetapi sebenarnya munculnya gagasan AI ini sudah sejak dulu yaitu dua tahun setelah komputer pertama diinstal untuk kebutuhan bisnis. (1)
Awalnya komputer difungsikan sebagai alat hitung. Seiring dengan perkembangan jaman, komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia. Manusia bisa pandai menyelesaikan masalah karena mempunyai pengetahuan, penalaran dan pengalaman. Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan menalar. AI merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. (2)
Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. (3)
Artificial intelligence (AI) dapat dianalogikan sebagai bdang arsitek tingkat tinggi utuk sistem ahli. Daya tolak atau dorongan umum dari AI bertujuan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berpikir melalui pencarian masalah hingga ke kesimpulan logisnya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan permasalahan serta memberikan melalui pengguna bisnis dan lainnya. (4)
Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dapat didefinisikan sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan otomasisasi perilaku inteligen. Definisi ini sebelumnya tidak dapat menjelaskan dengan tepat apa itu kecerdasan buatan sebenarnya. Kecerdasan adalah konsep yang luas dengan tafsiran yang bisa sangat fleksibel. Suatu program sederhana yang menampilkan daftar nama-nama mahasiswa, misalnya dapat saja disebut program cerdas, tergantung siapa yang menilai dan sudut pandang penilaiannya. (5)
Artificial Intelligence (AI) adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang akan dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia, AI merupakan aplikasi komputer yang paling canggih karena aplikasi ini berusaha mencontoh cara pemikiran manusia. (6)
Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) merupakan cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (hardware) dan program-program komputer (software) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. Kecerdasan buatan mencakup hasil dari produk komputer yang dinilai cerdas jika dihasilkan oleh manusia. (7)
Menurut Minsky (dalam Kusrini)(8) kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan oleh manusia. Definisi lain yang di ungkapkan oleh H.A. Simon, artificial intelligence merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.
Rich dan Knight (dalam Kusrini) (9) mendefinisikan kecerdasan buatan (AI) sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
 
Sejarah Artificial Intelligence
Pada tahun 1950-an para ilmuan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia.
Alan Turing, seseorang matematikawan Inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing Test, dimana si mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon yterhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi deangan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas seperti layaknya manusia. (10)
Pada tahun 1956, diselenggarakan meeting di Dartmouth College, yang dihadiri oleh Marvin Minsky dan John McCarthy dari Dartmouth, Nathaniel Rochester dari IBM dan Claude Shannon dari Bell Laboratories. Pada meeting ini, mereka berhasil menemukan istilah artificial intelligence dan mereka menamakan program komputer AI yang pertama dengan nama Logic Theorist. (11)
Logic Theorist adalah produk hasil kerja beberapa tahun sebelumnya telah diterapkan di Carnegie Institute of Technology yang sekarang namanya Carnegie Mellon University oleh Herbert Simon dan Alan Newell. Simon dan Newell telah meneliti kemampuan penalaran sistem tersebut dan pada tahun 1956 J.C. Shaw dari Rand Corporation bergabung. Hasilnya adalah Logic Theorist. Kemampuannya yang dapat membuktikan dalil kalkulus meningkatkan minat para peneliti untuk mengembangkan program yang disebut General Problem Solver (GPS) yang digunakan untuk pemecahan masalah segala sesuatu. Kemampuannya tersebut mempunyai peluang yang begitu besar. Peneliti AI terus melakukan penelitiannya, namun pelaksanaannya tidak memokokkan pada aplikasi komputer, seperti SIM dan DSS. Namun selama beberapa tahun peneliti yang masih konsisten tetap menekankan pada penggunaan komputer untuk memperoleh intelligensi manusia. (12)
 
Sudut Pandang Sejarah (13)
Kalkulator
-Alat hitung –> Abacus –> China, abad ke-6 SM
-Kalkulator merupakan bentuk tertua komputer, yang pada dasarnya adalah alat hitung. Bentuk awalnya adalah ‘Abacus’ yang digunakan di China pada abad ke-6 SM.
-Wilhelm Schickard (1592-1635) menenmukan kalkulator digital otomatis yang diabadikan lewat perangko tahun 1973
-Blaise Pascal (1623-1662) penemu kalkulus, mesin buatan Pascal hanya mampu menambah dan mengurangi.
-Tahun 1670-an, Gotfried Leibniz mengenalkan mesin yang bisa mengalikan dan membagi.
-Komputer ditemukan ketika Charles Babbage yang eksentrik dan sering disebut ilmuan komputer pertama di dunia (1792-1871) dengan Lady Ada Lovelace menemukan mesin yang berbeda, yang memiliki operasi terprogram berisi caba-cabang terkondisi.
Komputer
Komputer modern –> Tahun 1940-an –> Komputer tabung (UNIVAC & ENIAC)
-Asal mula komputer modern bisa dilacak di tahun 1940-an, ketika komputer tabung vakum seperti Komputer Universal Otomatis (UNIVAC) serta Komputer dan Integrator Angka Elektronik (ENIAC) ditemukan untuk mempercepat perhitungan matematika yang panjang dan menjemukan yang biasa digunakan pihak militer, seperti ketika menyusuri jejak dari letusan meriam.
-Tahun 1956 10 ilmuan bertemu di kampus Univ. Darmouth membicarakan pengembangan program komputer yang mampu “bersikap” cerdas.
AI Zaman Dahulu
-Jenis komputer yang umum digunakan adalah rancangan ahli matematika Hungaria, John Von Neumann (1958) disebut komputer Johniacs atau rangkaian prosesor, berupa jalinan jalur elektronik yang diproses dalam beberapa seri atau dengan urutan tertentu.
-Komputer yang paling umum digunakan saat ini –> rancangan ahli matematika Hungaria, John Von Neumann (1958) disebut komputer Johniacs atau rangkaian prosesor, berupa jalinan jalur elektronik yang diproses dalam beberapa seri atau dengan urutan tertentu.
-Komputer Neumann membutuhkan banyak waktu karena satu operasi harus diselesaikan sebelum memulai yang baru.
-Psikiater W.S. McCulloch & muridnya W. Pitts (1940-an) –> konsep pikiran adalah hasil kerja otak, terutama bagian dasar otak atau simpul-simpul saraf.
-Menurut McCulloch & Pitts: simpul-simpul saraf bisa dipandang sebagai ‘peralatan logika’ yang saling berkomunikasi secara elektrokimiawi.
-Lontaran sebuah neuron tergantung pada ambang batasnya, yang akan menentukan hidup-matinya (Neuron McCulloch & Pitts)
-Penelitian McCulloch & Pitts analogis dengan komputer yang berfungsi berkat rangkaian sirkuit biner yang menentukan hidup-matinya neuron tadi (dirancang dengan simbol 1 dan 0).
-Penelitian McCulloch & Pitts memicu Von Neumann melihat hubungan sikap logis neuron ketika berinteraksi dengan kinerja komputer digital.
-Von Neumann sangatlah mungkin merancang komputer yang meniru otak manusia.
-Penelitian F. Rosenblatt menciptakan komputer yang mampu mengenali bentuk perseptron.
AI Saat Ini
-Generasi komputer atau ilmuan kognisi saat ini optimis dengan kemampuan sebuah mesin untuk memancing fungsi neuron.
-Salah satu perubahan terbaru dari peseptron adalah konsepnya, para ilmuan menambahkan lapisan ketiga yang disebut lapisan tersembunyi. Lapisan tersembunyi ini menanggapi neuron dalam otak yang berhubungan dengan input atau output, tetapi tentunya dengan tetap menghubungkan jalinan yang satu dengan neuron yang lain. Model ini lebih mewakili otak manusia dan mampu menyaingi koneksi sementara.
– W. Daniel Hillis mengembangkan ‘mesin koneksi’, sebuah model proses paralel.
– Pada mesin koneksi Hillis, prosesor tersedia untuk memecahkan sebuah masalah, memungkinkan masalah tsb terbagi menjadi bagian-bagian kecil yang berproses secara berkesinambungan.
 
AI dan Kognisi Manusia
Semua orang yang merangkai model proses distribusi paralel seperti neuron, telah bekerja keras untuk mencoba menemukan solusi atas pertanyaan tentang otak sebagai mesin berpikir, dan apakah komputer mampu meniru kemampuan otak sera kognisi manusia.
1.Otak sebagai mesin berpikir
Apa yang telah kita pelajari tentang mesin berpikir kita, yang disebut otak adalah bahwa mesin ini berbeda secara fundamental dibandingkan dengan komputer Von Neumann yang sekarang biasa digunakan. AI berperan lebih jauh jika komputer lebih menyerupai otak.
Beberapa program komputer bekerja lebih efektif dari pada pikiran manusia dan kebanyakan sangat pintar menirukan hal-hal nya meski masih janggal. Komputer mampu memecahkan masalah seperti menyelesaikan sosal matematika, lebih cepat dan lebih aklurat dari pada manusia. Tugas lainnya adalah menggeneralisasi dan mempelajari pola aktivitas yang baru, dilakukan paling baik oelh manusia dan komputer masih kalah lebih baik.
Pandangan baru mengenai kognisi manusia telah menimbulkan banyak antusiasme di antara para pendukungnya.
2. Mesin Berpikir
Orang-orang yang fanatik AI, mesin mampu meniru kognisi manusia secara persis, pun proses intelektual tinggi mampu ditampilkan oleh sebuah mesin. Orang-orang yang menganggap AI sebagai konsep intelektual yang korup & meyakini bahwa orang yang yakin atas keberadaan mesin berpikir adalah pemuja yang materialistis. Dikotomi John Searle (1980) membedakan dua jenis AI, yaitu
1)AI yang ‘kuat’, menunjukkan bahwa pemprograman yang sesuai dapat menciptakan ‘pikiran’ yang mampu memahami.
2)AI yang ‘lemah’, yang menekankan nilai-nilai heuristik dalam pembelajaran kognisi manusia.
Tes antar sebuah jiwa murni melawan mesin yang diajukan oleh Alan Turing, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris.
a.Tes Turing : Turing (1950) menyusun sebuah tes yang melibatkan komunikasi antar manusia yang melontarkan pertanyaan dengan makhluk penggunaan bahasa. Secara sederhana dirumuskan bahwa tugas manusia adalah memutuskan apakah makhluk tersebut manusia atau bukan.
Tes Turing adalah sebuah penipuan terselubung yang memberi para ahli AI suatu hal konkrit untuk dijelaskan dan mengalihkan perhatian mereka dari pikiran yang filosofis.
b.Ruang China
Penelitian dengan menempatkan seseorang dalam ruangan yang dibatasi tulisan-tulisan China. Orang tersebut tidak tahu apa-apa tentang bahasa China dan tidak akan mampu membedakan antara kaligrafi China dengan skrip lainnya. Dari luar ruangan, orang tersebut diberi satu tulisan China lagi bersama dengan satu set aturan untuk membandingkan satu set tulisan yang pertama dengan yang kedua. Aturan ditulis dalam bahasa Inggris sederhana dan hanya akan mengijinkan prang tersebut menghubungkan satu set simbol dengan satu set simbol lainnya. Orang yang berada dalam ruangan China tersebut adalah produk instan sederhana sebuah sebuah komputer yaitu data masuk-data keluar. Pikiran manusia memiliki tujuan tertentu yang menggambarkan sebagai “bagian dari sikap mental dan kejadian tertentu dimana pikiran diarahkan pada objek dan beberapa permasalahan di dunia”, sikap mental ini mencakup kepercayaan, ketakutan, hasrat dan tujuan.
3. Persepsi dan AI
Persepsi manusia dipicu sinyal eksternal cahaya, suara, komposisi molekul, dan tekanan. Sinyal terdeteksi oleh sistem sensorik dan ditranduksikan (dikonversi ke energi neuron) sebagai pesan-pesan yang bisa dipahami otak. Sebuah mesin bisa menirukan mekanisme persepsi dengan langkah logisnya adalah dengan mengembangkan beberapa kapasitas indera perasa yang ada.
4. Analisis Grafis
Cara komputer bisa diajarkan untuk mengenali bentuk geometris adalah melalui analisis fitur lokal sebuah objek yang menggunakan fakta bahwa bentuk geometris rumit telah diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana. Program ini menggunakan beberapa pola kecil yang secara sistematis dicocokkan ke setiap objek dalam pencarian pasangan objeknya.
5. Pengenalan Pola
Sistem pengenalan pola sebagian besar berhubungan dengan materi visual. Format umum dari perangkat keras yang mampu menghasilkan persepsi pada sistem ini berupa raster atau matriks dari sel-sel fotoelektrik (yang merespons kekuatan cahaya). Penelitian ini mengenali dan memahami tulisan tangan.
6. Pengenalan Objek yang Rumit
Thomas Poggio & Robert Brunelli membahas topik pengidentifikasian wajah. Inti program: agar bentuk-bentuk yang menonjol, seperti lebarnya hidung, mampu diekstrak dari wajah & dianalisis secara matematis.
Contoh : Pencocokan Wajah
Keterangan : Pencocokan Wajah. Untuk mencocokkan wajah ini dengan wajah dalam memori komputer, enam belas bentuk kunci seperti pengukuran mata, hidung, dan dagu dikumpulkan dan digunakan dalam formula untuk mencari kesamaan.Formula tersebut berdasarkan atas pengukuran jarak ala Euclidean mengenai ruang 16 dimensi. Pekerjaan ini dikerjakan di MIT oleh R. Brunelli dan T. Poggio.
7. Pengambilan Keputusan dan AI
Sistem yang bekirnerja seperti ahli disebut dengan sistem pakar. Sistem pakar adalah spesialis tiruan yang memecahkan masalah yang termasuk dalam keahliannya. Sistem pakar dirancang untuk memcahkan masalah dalam bidang kedokteran, hukum, aerodinamis, dan hal-hal yang rutin yang sangat banyak.
 
AI dan Sitem Pakar
Subset pokok dari AI adalah expert system atau sistem pakar. Sistem pakar adalah program komputer yang berfungsi dengan cara yang sama seperti ahli manusia, yaitu memberi advis pemakai mengenai cara pemecahan masalah. Istilah knowledge based system juga sering digunalan untuk menyebutkan istilah tersebut. Karena sistem pakar berfungsi sebagai konsultan, maka proses penggunaannya disebut consultation, yaitu pemakai meminta konsultasi untuk mendapatkan advis dan sistem pakar. Selain untuk expert system, AI juga terdiri dari bidang kerja sebagai berikut :
a.Persepsi : penggunaan tampilan visual dan signal auditory untuk memberi instruksi kepada komputer dan peralatan lain seperti Robot.
b.Belajar : Kemampuan komputer dan peralatan yang telah dimasukkan ke dalam memorinya oleh pembuatnya atau pemrogramnya.
c.Pemrograman Otomatis : Kemampuan komputer untuk mengkode program dari instruksi yang diberikan oleh pemakai dalam bahasa biasa yang menyerupai percakapan sehari-hari. (14)
Antusiasme para pemain awal Ai langsung menanggapi tantangan yang muncul dari tes Turing dan kemudian menuliskan program yang dirancang utnuk menanggapi permintaan bahasa yang tidak bisa dipisahkan dari respon manusia. Dengan menampilkan perspektif dari pandangan yang tersembunyi, sekarang beberapa program ini menjadi tampak sedikit aneh, tetapi pengetahuan terus berkembang. (15)
ELIZA : salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi. ELIZA ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1996). Beberapa revisi ELIZA telah dibuat dari konsep aslinya. Pada satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater. ELIZA merupakan program untuk terapi pasien dengan memberikan jawaban. (16)
Eliza adalah Program AI yang mensimulasikan perilaku terapis. Program pertama semacam ini adalah dikembangkan pada tahun 1967 di MIT. Seperti program-program, yang berinteraksi dengan pengguna secara sederhana dengan Bahasa Inggris dan dapat mensimulasikan percakapan dikenal sebagai chatterbot. (17)
ELIZA, salah satu “chatterbots” pertama kali digunakan pengolahan bahasa alami untuk merespon script pengguna dalam conversations.2 Program ini pertama kali mengalami perkembangan di MIT pada tahun 1964. Ditulis oleh Joseph Weizenbaum, Eliza simulasi seorang psikoterapis untuk sarana untuk menyembunyikan kekurangan dan ketidakmampuan untuk menghitung respon tertentu dari pengguna. Program ini mengidentifikasi kata-kata kunci dan frase terkait mereka untuk kaleng. Tergantung pada entri awal dari pengguna, dengan cepat bisa menjadi jelas bahwa itu adalah sebuah mesin. Dengan label Eliza sebagai psikoterapis, menjadi lebih mudah untuk program untuk menipu pengguna dengan menanggapi entri dalam (apa yang tampaknya menjadi) cara yang sangat analitis yang diketahui digunakan oleh psikoterapis. Meskipun hanya mengambil masalah waktu sebelum Eliza akan menunjukkan kurangnya sejatinya pemahaman, beberapa pengguna tidak diragukan lagi terjebak dalam percakapan dengan Eliza dan banyak akan berpendapat bahwa ini adalah komunikasi, output yang jelas kecerdasan. Meskipun saya percaya program seperti Eliza menunjukkan bentuk dasar pemrograman yang dapat diakui sebagai awal dari pikiran kognitif yang kompleks, itu adalah cara yang jauh dari mana saja dekat dengan meniru otak manusia. Bisa dikatakan bahwa Eliza cerdas, tetapi sama sekali tidak memiliki itu dipecah menjadi pikiran sadar. Percakapan antara Eliza dan pengguna ditunjukkan di bawah ini adalah contoh dari pikiran buatan berjuang untuk menghitung dalam percakapan sederhana. (18)
 
Dibawah ini merupakan aplikasai ELIZA Chat bot…
 
 
 
 
PARRY : Colby, Hilf, Weber, dan Kraemer (1972) mensimulasikan seorang pasien paranoid dan menyebut program ini PARRY. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respons psikotis dan respons normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respons simulasi komputer dan respon manusia.
 
NET TALK : Program ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jaring-jaring neuron, sehingga dinamakan NetTalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis harvard dan Rosenberg di Univ. Princeton. Dalam program ini, NetTalk membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. Model simulasi jaring neuron terdiri atas beberapa ratus unit (“neuron”) dan ribuan koneksi. NetTalk membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Sistem ini sama seperti sistem lain yang sudah diketahui sebelumnya, memiliki tiga lapisan : lapisan input, dimana setiap unit merespon sebuah tulisan, lapisan output dimana unit menampilkan ke 55 fonem dalam bahasa Inggris, dan lapisan unit tersmbunyi dimana setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap input maupun output. NetTalk membaca dengan memperhatikan setiap tulisan satu demi satu, dan dengan menscanning tiga tulisan pada setiap sisi demi sebuah informasi yang kontekstual.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Anonim . Artificial intelligence/AI (Kecerdasan Buatan). journal.mercubuana.ac.id/data/1a-AI.doc.(2) (16)
 
Fitri, Z. Kecerdasan dan kecerdasan buatan. Pusat pengembangan bahan ajar : Universitas Mercu Buana. (10)
 
Haryadi, H. Administrasi perkantoran untuk manajer & staf. Jakarta : Visimedia (books.google.co.id) (4)
 
Herianto, T. Teknik pemrograman turbo prolog tingkat lanjut. Yogyakarta : Andi Offset
(books.google.co.id) (5)
 
Kusrini. (2006) Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta : Penerbit Andi. (8) (9) (11) (12)
 
Martiana, E. (2005). Modul ajar kecerdasan buatan : Introduction to artificial intelligence. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. (7)
 
McLeod, R., dan Schell, G.P (2008). Sistem informasi manajemen edisi 10. Jakarta : Penerbit Salemba Empat. (books.google.co.id) (6) (14)
 
Solso, R.L., Maclin, O.H., dan Maclin, M.K. (2008). Psikologi kognitif. Alih bahasa : Rahardanto, M., Batuadji, K. Jakarta : Erlangga. (13) (15)
 
Suryadi, D.H.S,. dan Margianti, E.S. (1996). Sistem informasi manajeman. Jakarta : Universitas Gunadarma. (1)
 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan (3)
 
How to build ELIZA chatterbot. http://www.planet-source-code.com/vb/scripts/ShowCode.asp?txtCodeId=5369&lngWId=3 (17)
 
Garden, T. Artificial life and art. http://tomgarden45.wordpress.com/storage/artificial-life-and-art/ (18)
 
NB : Sumber yang tidak di berikan nomor atau footnote adalah sumbernya dari buku berikut :
Solso, R.L., Maclin, O.H., dan Maclin, M.K. (2008). Psikologi kognitif. Alih bahasa : Rahardanto, M., Batuadji, K. Jakarta : Erlangga.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: