RSS

16 Feb

Kelainan Psikis

Dalam Psikologi dikenal tingkah laku yang menyimpang dari tingkah laku yang normal. Penyimpangan tingkah laku ini disebabkan karena adanya kelainan psikis pada orang-orang yang bersangkutan. Cabang psikologi yang khusus mempelajari kelainan psikis ini disebut Psikopatologi atau Psikologi abnormal, sedangkan usaha-usaha memperbaiki atau menyembuhkan kelainan-kelainan ini dilakukan dalam psikologi klinis.

Kelainan psikis sering pula disebabkan oleh penyakit badaniah. Disamping itu, kelainan psikis juga dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Oelh karena itu, kelainan psikis dipelajari juga oleh ilmu kedoteran, khususnya cabang psikiatri. Perbedaan antara psikologi klinis, menangani kasus-kasus kelainan psikis dari sudut psikologi. Jadi, tekniknya adalah teknik yang biasa digunakan dalam psikologi seperti pemeriksaan psikologis, wawancara, observasi, pemberian nasihat dan usaha penyembuhan secara psikis disebut psikoterapi. Psikiatri di lain pihak, memandang kelainan psikis dari sudut ilmu kedokteran, jadi dari sudut penyakit dan cara penobatan. Teknik yang digunakan psikiater adalah teknik kedokteran, yaitu obat-obatan. Seorang psikiater jadinya adalah seorang dokter, sedangkan seorang psikolog bukanlah dokter.

Kelainan psikis ada bermacam-macam dan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis sebagai berikut:

  1. Keterbelakangan Mental
  2. Kelainan Seksual
  3. Psikoneurosis
  4. Psikosis
  5. Psikopati

Penjelasan tentang jenis kelainan Psikis aku tulis di Blog berikutnya, jadi teman-teman jangan males baca yah!!!! ntar kalo aku nulis panjang banget jadi bosen.jadi aku bikin bersambung dehh biar kalian penasaran! Kalo mau tau yang bersangkutan tentang psikologi buka ajah tags PSYCHOLOGY. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kalian anak Jurusan Psikologi ataupun yang bukan Jurusan Psikologi yah untuk menambah ilmu…. oceey???

JENIS-JENIS KELAINAN PSIKIS

1.KETERBELAKANGAN MENTAL

Keterbelakangan Mental termasuk dalam Kelainan Psikis, sebagian ornag di dunia atau sekitar 2,2%  rendah banget tingkat inteligensnya dan mereka disebut sebagai orang-orang yang mempunyai keterbelakangan mental atau disingkat terbelakang.

* Tanda-tanda orang yang terbelakang:

  • Kecerdasannya sangat terbatas.
  • Ketidakmampuan sosial

Tidak mampu mengurus diri sendiri, sehingga selalu memerlukan bantuan orang lain.

  • Arah minat sangat terbatas pada hal-hal tertentuyang sederhana saja.
  • Perhatiannya labil, mudah berpindah-pindah
  • Daya ingatnya lemah
  • Emosi sangat miskin dan terbatas, misalnya hanya ada perasaan

senang, takut, marah, benci, dan terkejut

  • Apatis, acuh tidak acuh terhadap sekitarnya
  • Kelainan bdaniah seperti badan terlalu kecil, kepala terlalu besar,

mulut melongo, mata sipit (khususnya pada jenis mongoloid), badan

bungkuk dan tampak tidak sehat

* Berdasarkan taraf intelegensinya, orang-orang terbelakang dapat dibagi

dalam beberapa jenis, antara lain:

  • Idiot

à Yang paling rendah taraf intelegensinya (IQ di bawah 20). Orang ini dari golongan ini, perkembangan jiwanya tidak akan melenihi usia kejiwaan 3 tahun, sekalipun usianya sudah remaja atau

dewasa. Mereka tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan, terus mengompol dan harus ditolong selama hidupnya.

  • Imbesil

à Mempunyai IQ 20-50. Mereka dapat mencapai taraf usia kejiwaan 3-7 tahun dan bisa diajari untuk memelihara diri sendiri dalam kebutuhan-kebutuhan yang paling sederhana dan menjaga diri

sendiri dari bahaya, misalnya pergi ke kakus, memakai baju, dan lainnya. Tapi mereka juga membutuhkan bantuan orang lain seumur hidupnya.

  • Debil atau Moron

à IQ antar 50 dan 70. Mereka bisa mencapai taraf usia kejiwaan 7,5-10,5 tahun. Mereka masih dapat diajari berhitung, menulis, dan melakukannya pun harus penuh kesabaran dan memakan waktu

lama. Untuk mendidik mereka di Indonesia tersedia Sekolah Pendidikan Luar Biasa (SPLB). Seorang debil yang mendapat latihan cukup, tidak usah terus bergantung pada orang lain, karena dengan

keterampilan yang sudah diajarkan mereka bisa mencari nafkah sendiri.

* Tingkat-tingkat keterbelakangan mental menurut kesepakatan akhir American Association of Mental Retardation.

Sangat Berat (profound)             : IQ = 0-19

Berat (sephere)                               : IQ = 20-35

Sedang (moderate)                       : IQ = 36-54

Ringan (mold)                                 : IQ = 55-69

Perbatasan (borderline)             : IQ = 70-85

Lambat Belajar (slowlearner)   : IQ = 85-90

2.KELAINAN SEKSUAL

Ada dua macam kelainan pada tingkah laku seksual, yaitu:

1. Kelainan pada Objeknya

Disini cara seseorang memuaskan dorongan seksualnya adalah normal, tetapi objek yang dijadikan sasaran pemuasan itulah yang lain dari biasanya. Pada manusia normal, objek tingkah laku seksual adalah manusia dan lawan jenisnya, tetapi pada orang yang menderita kelainan seksual objeknya bisa berupa dari jenis kelamin yang sama atau yang sudah  kita kenal Homoseksual pada laki-laki dan Lesbian pada wanita. Anak di bawah umur disebut Fedofili, pada hewan disebut Sodomi, dan pakaian Fetesisme.

2. Kelainan pada caranya

Objek pemuasan seksual tetap pada lawan jenisnya, tetapi caranya yang tidak biasa, misalnya memamerkan alat kelamin (eksbibisionis), mengintip (voyyeuris), menyakiti partnernya atau disakiti oleh partnernya (sadis/masokbis)

3.PSIKONEUROSIS

Psikoneurosis bukanlah suatu penyakit. Orang-orang yang menderita neurosis pada umumnya orang normal. Yang dideritanya adalah ketegangan pribadi yang terus menerus akibat adanya konflik-konflik dalam dirinya yang juga terus menerus dan dia tidak dapat mengatasi konflik-konflik tersebut sehingga tegangannya tidak kunjung reda. Penderita Psikoneurosis biasanya adalah orangg yang taraf kecerdasannya cukup tinggi. Mereka cukup kritis untuk menilai situasi atau motif-motif yang saling bertentangan sehingga mereka sangat merasakan adanya konflik. Sebaliknya, orang yang tidak cukup tinggi taraf kecerdasannya, kurang kritis untuk mengerti konflik-konflik yang ada.

*Macam-macam Psikonurosis:

  • Neurosis Kekuatiran (anxiety neurosis)

à Takut, khawatir, cemburu, gembira, dan marah

  • Histeris
  • Neurosis obsesif-kompulsif

4. PSIKOSIS

Disebut juga kelainan kepribadian yang “besar” (psychosis mayor), karena seluruh kepribadian ornag yang bersangkutan terkena dan orang tersebut tidak dapat lagi hidup dan bergaul noemal dengan orang lain disekitarnya.

*jenis-jenis Psikosis:

A. Psikosis Funsional

Faktor penyebabnya adalah faktor kejiwaan(tidak ada kelainan tubuh/fisiologik).

1) Skizofremi

Pemecahan pribadi yaitu pikiran, perasaan dan perbuatannya sendiri tanpa ada hubungan dengan yang lainnya.

Misalnya, orang tersebut berbicara tentang anaknya yang meniggal digilas kereta api (pikiran) sambil tertawa-tawa (perasaan) dan menrai-nari (perbuatan)

  • Gejala-gejalanya :

–          Pola berpikir dan perasaan tidak teratur.

–          Apati

–          Tingkah laku bizar

–          Seklusif

–          Delusi atau paham

–          Tidak mau mengikuti kebiasaan manusia normal

  • Jenis-jenis Skizofremi:

–          Reaksi simpel

Jenis yang hanya menunjukkan gejala-gejalak di atas tanpa ada komplikasi lain

–          Reaksi hebefrensis

Disertai tanda-tanda kemunduran mental

–          Reaksi katatonis

Disertai tingkah laku motorik yangb  tidak terkontrol

–          Reaksi paranoid

Disertai kecurigaan dan kebencian terhadap orang-orang lain tanpa disadari alasan yang jelas.

2) Paranoia dan kondisi paranoid

–          Parnoia ditandai adanya kecurigaan yang tidak beralasan terus menerus yang pada puncaknya bisa menjadi tingkah laku yang agresif. Emosi dan pikiran penderita masih berjalan baik dan saling berhubungan. Jalan pikiran cukup sistematis, mengikuti suatu logika yang baik dan teratur, tetapi berakhir dengan interpretasi yang menyeleweng dari kenyataan.

–          Kondisi paranoid merupakan bentuk antara skizofremi jenis reaksi paranoid dengan paranoia. Ditandai dengan halusinasi dan kecurigaan yang sangat kuat, pola berpikir makin kacau, dan tingkah laku makin tidak normal.

3) Psikosis manis-depresif

Jenis psikosis ini terutama menyangkut aspek emosi penderita. Penderita mudah menjadi sangat gembira atau sangat sedih, sangat agresif atau terdiam seperti patung.

B. Psikosis Organik

Faktor penyebab utamanya adalahh faktor kelainan pada tubuh atau kelainan fungsi anggota tubuh. Misalnya, karena usia tua (senil) yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah di otak sehingga orang tua yang bersangkutan bertingkah laku seperti orangg psikosis. Dalam beberapa kasus, psikosis ini diturunkan, jadi merupakan bakat yang sudah terdapat pada benih sejak terjadinya pembuahan dalam rahim (psikosis kongenital)

5.PSIKOPATI

Kelainan tingkah laku, khususnya berbentuk tingkah laku yang anti sosial, yaitu tidak peduli norma-norma sosial. Orang yang bersangkutan seolah-olah tidak mempunyai “hati nurani”, berbuat semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Dalam bentuk eksremnya seorang psikopat bisa menjadi pembunuh berdarah dingin atau penipu ulung.

*Jenis-jenis Psikopati

  • Simpatik tapi tidak bertanggung jawab

Tingkah lakunya sopan dan menarik digunakannya untuk menipu atau menjerumuskan orang lain.

  • Memusuhi dan memberoontak terhadap semua hal yang tidak disukainya.
  • Hipokondri yaitu selalu berbuat seolah sakit-sakitan, tidak berdaya agar diperhatikan.
  • Anti sosial, yang betul-betul tidak peduli akan kepentingan orang lain, bahkan jiwa orang lain tidak diperhatikannya.  Contohnya: mencuri, membunuh, melakukan kejahatan seks tanpa meerasa bersalah atau berdosa

Penderita Psikopat biasanya tidak merasakan sendiri penyakitnya. Mereka tidak merasa adanya kelainan dalam dirinya, dan kelaianan itu sulit dihilangkan seumur hidupnya. Masyarakat sangat dirugikan oleh tindakan mereka. Jadi, masyarakatlah yang menderita, bukan individu yang bersangkutan. Psikopati juga disebut sosiopati.

Nah, nih dah aku jelasin tentang kelainan-kelainan psikis, kalo kalian masih ingin tahu lebih jelasnya bisa komen ajah blog ini ntar aku bantuin ngejelasiin,,,semoga bermanfaat….

 
4 Comments

Posted by on February 16, 2010 in Kelainan Psikis, Psychology

 

4 responses to “

  1. salsa

    November 14, 2010 at 8:29 am

    Kalo adik saya…dia masih bisa melakukan aktivitas sprti biasa,bisa makan & mandi,tau & kenal org2 disekitarnya,klo kami melucu dia juga tertawa. Hanya bicara & tindakannya yg kadang tak masuk akal,dia bicara soal pesawat & menggambarkan cara pembuatan pesawat yg katanya tlh dia buat,dia juga suka memungut plastik atau sampah yg ada dilantai secara berulang-ulang katanya dia senang/gembira stelah memungutnya. Masuk dlm kategori apakah penyakit yg diderita oleh adik saya? Mohon jawabannya ya?

     
  2. salsa

    November 14, 2010 at 8:36 am

    Kalo adik saya…dia masih bisa melakukan aktivitas sprti biasa,bisa makan & mandi,tau & kenal org2 disekitarnya,klo kami melucu dia juga tertawa. Hanya bicara & tindakannya yg kadang tak masuk akal,dia bicara soal pesawat & menggambarkan cara pembuatan pesawat yg katanya tlh dia buat,dia juga suka memungut plastik atau sampah yg ada dilantai secara berulang-ulang katanya dia senang/gembira stelah memungutnya. Masuk dlm kategori penderita penyakit yg manakah adik saya ini? Mohon jawabannya ya?

     
  3. rini sartika

    November 30, 2010 at 5:20 am

    nti kalo kurang jelas qw tanya km ya….🙂

     
  4. moethya26

    January 1, 2011 at 3:14 pm

    dear salsa :
    maaf baru reply,, adik kamu umur berapa?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: