RSS

Cultural Shock

16 Feb

Nama   : Mutia Farida

NPM   : 15509805

Kelas   : 1PA03

Tulisan Ilmu Budaya Dasar

Cultural Shock/Goncangan Kebudayaan

Sepasang suami istri di kampung saya tepatnya di Medan. Mereka sudah menikah sekitar 4 tahun yang lalu dan sudah memiliki seorang anak perempuan berusia 3 tahun. Mereka hidup sederhana, pak Adit sang suami bekerja di salah satu perusahaan swasta dengan penghasilan yang pas-pasan. Sedangkan si istri ibu Dita tidak bekerja padahal ibu Dita sarjana hukum, sebelum wisuda ibu Dita sudah menikah dengan pak Adit. Karena penghasilan suaminya pas-pasan dan ibu Dita ingin hidup yang lebih, ibu Dita mencari pekerjaan dan diterima di kantor Notaris. Istrinya merasa tidak puas dengan penghasilan yang pas-pasan. Sebenarnya cukup, tapi karena ibu Dita yang terlalu banyak permintaan ingin membeli sesuatu dengan kualitas yang baik dan harganya mahal. Sementara kebutuhan mereka dan anaknya sangat banyak. Tapi ibu Dita hanya beberapa bulan saja bekerja dan kemudian keluar dari pekerjaannya karena tidak ada yang menjaga anaknya. Suatu saat pak Adit menegur istrinya untuk tidak hidp berlebihan(glamour) tetapi istrinya tidak mendengar.

Karena tidak tahan dengan keadaan kehidupannya yang pas-pasan, ibu Dita meminta dicarikan pekerjaan untuk suaminya kepada abang ibu Dita. Abang ibu Dita hidup berkecukupan dan mewah di Jakarta. Ibu Dita ingin pindah dan tinggal di rumah abangnya yang di Jakarta, awalnya pak Adit tidak mau tapi karena dipaksa oleh sang istri mau tidak mau mereka pindah dan pak Adit keluar dari pekerjaannya.

  • Tahap Inkubasi:

Setibanya mereka di Jakarta mereka sangat senang karena selalu diajak jalan-jalan oleh abang ibu Dita.

  • Tahap Krisis:

Ibu Dita mulai merasa terkejut dengan linkungan yang baru, dan biaya hidup mereka di Jakarta lebih besar dibandingkan pada saat mereka di Medan. Sementara suaminya belum mendapatkan pekerjaan.

  • Tahap Kesembuhan:

Pak Adit mencoba menenangkan istrinya dengan menasehati istrinya untuk tidak berlebihan dan menerima semua yang telah diberikan.

  • Tahap Penyesuaian Diri:

Keniginan yang berlebihan harus seimbang dengan penghasilan suami/istri. Ibu Dita sudah bisa menyesuaikan dirinya dilinkungan barunya dan mengurangi hidupnya yang mewah. Pak Adit juga sudah mendapatkan pekerjaan sehingga bisa membiayai kehidupannya sehari-hari serta hidup bahagia walaupun sederhana.

KESIMPULAN:

Syukuri apa yang telah kita dapatkan, jalani hidup dengan ikhlas dan tidak berlebihan.

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: